 |
| Foto gabungan Presiden Joko Widodo (kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. TEMPO/Subekti |
Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana Madya Purnawirawan Freddy Numberi memuji sikap Presiden Joko Widodo yang terang-terangan memerintahkan penenggelaman kapal yang mencuri ikan.
"Dia (Jokowi) adalah orang pertama yang secara gamblang menyatakan penenggelaman kapal ikan ilegal," kata Freddy di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Desember 2014. "Ini memang sudah seharusnya dilakukan karena menyangkut harga diri kita sebagai bangsa."
Menurut Freddy, dampak pencurian ikan oleh kapal asing cukup signifikan. Dari aspek lingkungan, penggunaan bom ikan ataupun jala pukat macan oleh kapal-kapal tersebut tak ramah lingkungan. Biota laut Indonesia pun rusak.
Dari sisi ekonomi, dari Rp 300 triliun kerugian dunia akibat penangkapan ikan ilegal, sebanyak 30 persen berada di Indonesia. Negara, kata Freddy, dirugikan Rp 90 triliun. "Penenggelaman kapal asing memang diperlakukan untuk memberikan pelajaran," ujarnya. (Baca: Ditangkap Australia, Nelayan RI Dapat Rp 450 Juta)
Lagi pula, Freddy menjelaskan, perintah penenggelaman kapal ikan ilegal itu tak melanggar aturan. Freddy merujuk pada Undang-Undang Perikanan dan Undang-undang Kelautan.
Freddy berharap aparat penjaga perairan lebih berani dalam menjalankan visi dan misi Presiden Jokowi ini. Apabila aksi ilegal kapal asing dibiarkan, dia melanjutkan, Indonesia bakal diperlakukan secara semena-mena. "Kita harus menjaga alam untuk generasi yang datang," katanya.
Sumber : TEMPO