![]() |
Model FTC-2000G ditampilkan di Zhuhai Airshow |
China berencana memodifikasi pesawat tempur JL-9 yang juga dikenal sebagai FTC-2000, menjadi sebuah jet tempur multirole ringan untuk pasar luar negeri, ujar Guancha Syndicate di Shanghai, 15 Desember 2014. Jet tempur buatan Guizhou Aviation Industri itu akan diberinama FTC-2000G
Awal bulan ini, Angkatan Udara Ghana akhirnya membeli pesawat tempur Brasil dan melpaskan tawaran K-8 dari China. Namun kenyataan ini tidak berarti China telah menyerah dalam menjual pesawat latih ringan untuk negara-negara berkembang.
China akan konsentrasi memodifikasi pesawat latih FTC-2000 menjadi pesawat penyerang FTC-2000G.
Sebuah model FTC-2000G telah ditampilkan di Zhuhai Airshow di Guangdong bulan lalu. Pesawat itu dapat dilengkapi rudal udara-ke-udara PL-5II, enam peluncur roket 90mm dan dua bom 250-kg. Seperti jet tempur J-7 China yang dirancang berdasarkan MiG-21 Uni Soviet, jet tempur FTC-2000G juga menggunakan WP-7 turbojet. China berencana mengekspor pesawat tempur baru ini ke luar negeri dengan harga yang kompetitif.
Karena sebagian besar pembeli potensial China di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Latin tidak memiliki kapal induk, maka kait pendaratan akan dihapus dari FTC-2000G, sekaligus membantu mengurangi berat. Dengan demikian FTC-2000G dapat membawa lebih banyak bahan bakar dan payload, kata Guancha Syndicate. Di masa depan kemungkinan akan dilengkapi dengan mesin WS-13 yang memiliki ukuran sama dengan RD-93 Rusia.
by. ANDRI CAHYADI
sumber : wantchinatimes.com