Di negara lain, alat sadap juga kerap disalahgunakan intelijen

Alat sadap
Kementerian Pertahanan (Kemhan) membeli alat sadap dari pabrik peralatan mata-mata asal Inggris, Gamma TSE Ltd. Alat sadap tersebut nantinya digunakan demi keamanan negara.

Menanggapi pembelian tersebut, peneliti Imparsial, Eman mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang pemerintah Indonesia beli termasuk alat sadap yang canggih. Jadi, dia khawatir pemerintah salah menggunakan alat sadap tersebut.

"Jadi nanti apakah ada jaminan perlindungan dan pengakuan atas hak privasi itu perlu dipertanyakan. Hak privasi publik menjadi terancam dengan adanya alat sadap tersebut," ujar Eman di kantor KontraS, Kamis (26/9).

Eman mencontohkan di beberapa negara lain produk Gamma kerap disalahgunakan. Di Bahrain, Meksiko dan Malaysia digunakan oleh pemerintah menargetkan ke kelompok yang berbeda pandangan politik dengan negara.

"Jadi kami tegaskan bahwa ketidakjelasan jenis perlengkapan yang dibeli, peruntukan dan pengawasan terhadap penggunaan akan semakin memperburuk jaminan perlindungan warga negara," tuturnya,"

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan adanya pengawasan ketat terhadap penggunaan alat sadap yang rencananya dibeli dari pabrik peralatan mata-mata asal Inggris, Gamma TSE Ltd. Peralatan sadap senilai Rp70 miliar tersebut rencananya digunakan untuk keperluan intelijen strategis.

"Alat sadap tersebut tak akan digunakan untuk keperluan lain seperti pengungkapan kriminalitas maupun kepentingan ekonomi ataupun penyadapan-penyadapan lain yang dikhawatirkan sebagian pihak disalahgunakan," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, usai Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara PNS Kementerian Pertahanan di Rindam Jaya.

Sumber : Merdeka

Ikuti kami di instagram @militerysindonesia

Artikel Terkait