Showing posts with label Roket. Show all posts
Showing posts with label Roket. Show all posts

Angkatan Laut AS menguji motor roket tahap kedua untuk senjata hipersonik

 


Angkatan Laut AS telah melakukan uji motor roket padat tahap kedua untuk pengembangan senjata hipersonik , layanan tersebut mengumumkan pada 26 Agustus.


Angkatan Laut menganggap tes 25 Agustus di Promontory, Utah, sukses, termasuk menembakkan motor roket tahap pertama. Acara ini juga menguji sistem kontrol vektor dorong pada pendorong rudal.


Acara ini merupakan langkah lain menuju pengerahan rudal hipersonik umum yang dirancang bersama Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Angkatan Laut dan Angkatan Darat masing-masing akan mengambil badan luncur rudal dan menyesuaikannya untuk penggunaan peluncuran laut dan darat.


Angkatan Darat berencana untuk menurunkan Senjata Hipersonik Jarak Jauh yang diluncurkan dari darat pada akhir tahun fiskal 2023, dan Angkatan Laut ingin kemampuan peluncuran kapalnya diterjunkan pada tahun 2023 diikuti oleh rudal yang diluncurkan dari kapal selam pada tahun 2024. Angkatan Udara ingin menurunkan versi peluncuran udara pada tahun 2022.


Sementara Angkatan Laut memimpin upaya desain untuk Common-Hypersonic Glide Body, Angkatan Darat memimpin upaya produksi.


Angkatan Laut sebelumnya menguji motor tahap pertama pada 27 Mei, dengan mitra industrinya Lockheed Martin, Northrop Grumman dan Moog.


Pentagon berhasil menguji Common-Hypersonic Glide Body pada 20 Maret 2020. Sementara tes kedua diharapkan tahun ini, telah ditunda dari tanggal aslinya pada kuartal ketiga tahun fiskal 2021 ke kuartal pertama tahun fiskal 2022. .


Senjata itu akan mampu terbang lima kali kecepatan suara — Mach 5 — dan dapat bermanuver di berbagai ketinggian, sehingga sulit dideteksi dengan radar berbasis darat.


“Dalam hitungan menit, pejuang Angkatan Laut dan Angkatan Darat dapat mengalahkan target bernilai tinggi yang berjarak ratusan atau bahkan ribuan mil jauhnya,” kata pernyataan Angkatan Laut. “Mengirimkan senjata hipersonik adalah salah satu prioritas tertinggi [Departemen Pertahanan].”


Sumber DefenseNews.com

LAPAN Luncurkan Roket RX450-5

 


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui satuan kerja Pusat Teknologi Roket (Pustekroket) berhasil meluncurkan roket eksperimen, RX450-5.


Roket RX450 merupakan roket eksperimen sonda dengan diameter 450 mm. Peluncuran dilaksanakan pada Rabu 2-12-2020 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, Garut (BUTPAAG, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti dan Kepala Pustekroket, Lilis Mariani, beserta pejabat terkait, dirilis situs LAPAN.


 

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, beserta para Pejabat Eselon I dan II menyaksikan aktivitas peluncuran RX450-5 melalui aplikasi Daring.


Detik-detik peluncuran roket disiarkan secara khusus hanya bagi pejabat internal LAPAN serta tamu undangan. Salah satu tamu khusus dalam acara ini adalah Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Prof. Dr. Bambang S. Brodjonegoro.


“Apresiasi karena LAPAN tidak menyurutkan upayanya untuk terus memperkuat teknologi roket. Kami berupaya untuk menjalin kerja sama penelitian dengan negara lain, termasuk transfer teknologi roket karena teknologi ini sangat dibutuhkan Indonesia. Visi besar kita adalah Indonesia mampu meluncurkan satelit dengan roket sendiri,” ujar Bambang Brodjonegoro saat memberikan arahan.


Uji terbang RX450-5 ini dilakukan untuk mendapatkan data kinerja terbang roket sehingga nantinya dapat dilakukan pengoptimalisasian produk.


Data kinerja terbang yang didapatkan antara lain karakteristik pergerakan roket, jarak jangkau, serta data telemetri dari muatan roket mulai dari detik pertama peluncuran hingga roket kembali jatuh ke bumi.


“Uji terbang RX450-5 perlu dilakukan untuk memastikan kinerja terbang roket. Terlebih RX450-5 merupakan baseline pengembangan program PRN Roket 2 Tingkat. Ini adalah upaya kami dalam penguasaan teknologi keantariksaan,“ Lilis menjelaskan dalam pemaparannya.

Roket RX450-5 adalah salah satu keluaran kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan di Pustekroket. Roket yang diuji kali ini adalah roket yang kelima sejak peluncuran pertama pada 2015.


RX450-5 merupakan baseline dari roket jangkauan 100 km lebih yang akan menjadi awal pengembangan roket 2 tingkat. Sedangkan roket 2 tingkat LAPAN sendiri ditargetkan dapat mengudara pada tahun 2025 dengan misi penelitian atmosfer pada ketinggian 200 km.

Penelitian dan pengembangan teknologi roket yang dilakukan Pustekroket LAPAN sejalan dengan visi Indonesia yakni Keantariksaan Indonesia yang Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan. Pengembangan roket penting untuk mendukung sistem komunikasi dan pertahanan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.


Indonesia memerlukan kemajuan teknologi roket yang merupakan teknologi terdepan (frontier) untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.


Manfaat roket ini bagi masyarakat selain untuk pertahanan,juga sebagai alat mitigasi bencana melalui ketersediaan roket modifikasi cuaca pada daerah rawan kebakaran, penelitian atmosfer di wilayah Indonesia. Roket ini juga mendukung ketersediaan sarana komunikasi melalui roket peluncur satelit yang dapat membawa satelit komunikasi.

Uji Dinamis Prototipe MANPADS Tahap 3 Indonesia


Lumajang - Puslitbang Alpalhan Balitbang Kementerian Pertahanan melakukan uji dinamis pembuatan prototipe Manpads tahap III TA. 2018 di Lapangan Tembak AWR Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, dirilis situs Kemhan RI, 10/12/2018.

Uji dinamis Manpads tahap III ini disaksikan oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, SE, ST, M.Si.(Han), Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan (FTP) UNHAN Kemhan Ronie Oktovianus Buta, B.Eng(Hons), MRAes, Ph.D, Dirut PT. Pindad diwakili oleh General Manager Munisi Bapak Budiharto, Dirut PT. Sari Bahari Ir. Ricky Hendrik Egam, Kabid Matra Udara Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Lek Ir. Bambang Eddie, MT., Kabagdatin Set Balitbang Kemhan Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP, M.Sc., para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, serta tim uji dinamis Manpads tahap III dan personel yang terkait.

Pelaksanaan kegiatan uji dinamis prototipe roket Manpads diawali sambutan oleh Kabalitbang Kemhan Ibu Dr. Anne Kusmayati, dilanjutkan sambutan Dirut PT. Pindad dan Dirut PT. Sari Bahari, kemudian penjelasan singkat kegiatan uji dinamis oleh ketua tim teknis dan pembacaan doa, selanjutnya pelaksanaan uji dinamis prototipe Manpads tahap III oleh tim PT. Pindad, tim PT. Dahana dan tim PT. LAPI ITB. Sesi pertama uji dinamis peluncuran 6 roket Manpads. Kemudian setelah ishoma dilanjutkan peluncuran prototipe roket Manpads ke-7 dengan seeker, dan terakhir peluncuran prototipe roket Manpads ke-8 tanpa seeker.

Manpads (Man Portable Air Defence System) adalah sistem senjata yang digunakan untuk melumpuhkan musuh dengan menggunakan roket kendali. Prototipe roket Manpads ini memiliki muatan antara lain seeker dan control, alat pengukur jarak dan self destruction system (SDS) onboard, serta alat pengukur jarak dan SDS ground station.

Uji dinamis Manpads tahap III TA. 2018 selesai, kemudian dilaksanakan evaluasi, pada prinsipnya uji dinamis prototipe Manpads tahap III telah terlaksana dengan baik dan aman, selanjutnya prototipe Manpads ini akan disempurnakan.

Rusia Kembangkan Roket Luar Angkasa Bertenaga Nuklir


Rusia sedang membangun sebuah roket luar angkasa dengan terobosan terbaru. Roket yang sedang dibuat ini bertenaga nuklir dan diklaim mampu pergi ke Mars dan lokasi lain yang lebih jauh.

Vladimir Koshlakov, kepala Keldysh Research Center di Rusia, mengatakan kepada media lokal Rossiyskaya Gazeta bahwa roket itu bisa melakukan perjalanan pulang ke Bumi 48 jam setelah mendarat di Mars.

Newsweek melansir bahwa pembuatan roket ini sudah dilakukan sejak 2009. Uniknya, Koshlakov mengatakan bahwa roket ini memiliki sistem pendorong yang unik, mirip dengan yang ada di film fiksi ilmiah.

"Misi ke Mars sangat mungkin dilakukan dalam jangka waktu yang dekat, tapi tujuan mesin kami bukan hanya itu. Mesin kami bisa jadi landasan dari dilakukannya misi luar angkasa jarak jauh yang sekarang mungkin terlihat seperti di cerita fiksi ilmiah," kata Koshlakov.

Meski terdengar menjanjikan, Koshlakov tidak menjelaskan kapan roket buatannya ini akan siap digunakan.

Koshlakov menjelaskan bahwa roketnya harus memiliki mesin yang tidak harus terus menerus menjalani servis atau dibetulkan lebih dari sekali setiap 10 kali terbang. Ia juga menambahkan bahwa roket ini akan bisa sampai di tempat tujuannya jauh lebih cepat dibanding roket lainnya.


Koshlakov mengklaim bahwa mesin roket buatan mereka bisa membawa roket sampai Bulan dalam beberapa hari dan Mars dalam tujuh hingga delapan bulan.

"Sistem yang kami kembangkan cukup menjanjikan untuk penerbangan antar orbit dan antar planet," kata Koshlakov.

Cara kerja mesin
"Ini adalah sebuah reaktor nuklir yang menghangatkan 'working fluid'. 'Working fluid' yang sudah dihangatkan kemudian akan memasuki turbin, dan di tempat yang sama akan ada generator listrik," kata dia.

"Dengan merotasikan turbin, kita bisa mendapatkan aliran listrik, yang penting bagi operasi pesawat luar angkasa secara umum dan mesin plasma listrik. Tenaga dari mesin elektroplasma menjadi kekuatan pendorong bagi pesawat luar angkasa," tambah Koshlakov.

Lebih baik dari SpaceX


Menurut Koshlakov, pesaing utama mereka adalah Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa sekarang Elon Musk dan SpaceX menggunakan teknologi tua yang bukan merupakan masa depan dari perjalanan luar angkasa.

"Dia (Musk) membuat roketnya sendiri berdasarkan pada mesin tua dan bekas. Ia bersikap layaknya seorang pedagang: ia mengambil mesin yang sudah siap, ia uji solusinya dan sukses mengaplikasikannya," imbuh Koshlakov.

Korea Utara luncurkan roket jelajah jenis baru

Rudal dibawa melewati tempat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan pejabat tinggi lainnya
dalam sebuah parade militer yang memperingati 105 tahun pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, di
Pyongyang, Sabtu (15/4/2017). (REUTERS/Damir Sagolj)

Seoul, Korea Selatan - Peluncuran rudal terbaru Korea Utara adalah uji coba sukses roket jelajah darat ke laut jenis baru menurut lansiran media pemerintah Pyongyang pada Jumat.

Kantor berita pemerintah KCNA mengatakan roket itu merupakan "alat serangan kuat yang mampu menyerang kapal perang kelompok musuh yang berusaha menyerang DPRK (Korea Utara) dari darat".

KCNA menambahkan rudal itu "secara akurat mendeteksi dan mengenai target apung di Laut Timur Korea".

Uji coba kelima Pyongyang dalam waktu kurang dari sebulan tersebut diluncurkan bertentangan dengan tekanan global untuk mengendalikan program senjatanya.

Negara terisolasi itu sudah memerintahkan tiga uji coba rudal, satu rudal darat ke udara, dan uji coba rudal jelajah pada Kamis sejak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berkuasa pada awal Mei.

Moon menganjurkan rekonsiliasi dengan tetangga Seoul yang terasing dan tak bisa diduga namun mengambil langkah lebih tegas berkenaan dengan uji rudal, yang menjadi tantangan kebijakan bagi pemimpin yang menyandar ke kiri itu.

Peluncuran rudal Korea Utara datang kurang dari sepekan setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa memperluas sanksi merespons uji rudal balistik terkini rezim Kim Jong-un menurut warta kantor berita AFP. 

Korea Utara melancarkan dua uji atom dan lusinan peluncuran rudal sejak awal tahun lalu dalam upayanya mengembangkan rudal yang bisa mengirim hulu ledak nuklir ke benua Amerika, sesuatu yang menurut Presiden Trump "tidak akan terjadi".(mr)
 
Sumber : ANTARA NEWS
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Bisa Bawa Roket, Inilah Pesawat Terbesar di Dunia

Stratolaunch

JAKARTA - Co-founder Microsoft Paul Allen menghadirkan kejutan. Diam-diam, dia mengumumkan proyek baru yang mencengangkan. Dilansir dari The Washington Post,  Jumat (9/6) Paul Allen mengembangkan sebuah proyek pesawat terbesar di dunia. 

Selama beberap dekade, rekor sebagai pesawat terbesar di dunia dipegang oleh pesawat Ukraina Antonov AN-225. Kini rekor tercatat oleh pesawat milik perusahaan Allen, Stratolaunch.

Pesawat ini dibangun dengan enam mesin pesawat. Stratolaunch dibawa ke luar sebuah hanggar untuk pertama kalinya pada tanggal 31 Mei. Pembangunan pesawat tersebut dimulai pada 2011. Penerbangan pertama pesawat tersebut rencananya akan berlangsung pada 2016. Namun karena penundaan dalam masa uji coba, penerbangan tersebut dibatalkan.

Sebelum pengujian, struktur pendukung pesawat dilepas, sehingga bisa berdiri di atas rodanya. Dalam beberapa pekan dan bulan mendatang, pesawat tersebut juga akan menjalani uji coba terbang di Mojave Air and Space Port, California. Pesawat besar itu diluncurkan untuk pertama kalinya dari perusahaan kedirgantaraan Allen.

Pesawat ini disebut sebagai yang terbesar lantaran memiliki bentang sayap selebar 385 kaki. Sementara, lebar sayap AN-225 'hanya' 290 kaki saja. Pesawat milik Allen juga memiliki panjang 385 kaki serta tinggi 50 kaki.

Sama seperti AN-225, pesawat Stratolaunch juga dijalankan dengan enam mesin high-bypass ratio turbofan. Berat bersih (tanpa bahan bakar) pesawat ini mencapai 500 ribu pon dan bisa membawa bahan bakar 250 ribu pon. Berat totalnya bisa mencapai 1,3 juta pound.

Sistem Stratolaunch dirancang untuk perjalanan orbit. Pesawat ini dirancang untuk meluncurkan roket yang membawa satelit kecil ke luar angkasa. Menurut Paul Allen, pesawat ini juga akan meluncurkan manusia di masa depan.

"Ini menandai sebuah langkah bersejarah dalam pekerjaan kita untuk mencapai visi Paul Allen, yakni menormalkan akses ke orbit Bumi yang rendah," ujar CEO Stratolaunch System Corporation Jean Floyd.

Dalam sebuah pernyataan, ia juga menyebutkan bahwa tim memiliki berbagai hal seru saat memasuki proses pengujian. "Kami berharap bisa berbagi kemajuan Stratolaunch dalam beberapa bulan mendatang," kata Floyd.

Rencananya, perusahaan akan menggunakan pesawat tersebut sebagai sebuah platform untuk meluncurkan roket ke orbitnya. Inilah yang membuat pesawat memiliki bobot lepas landas maksimumnya seberat 1,3 juta pound. Dengan begitu, pesawat Stratolaunch bisa mengantarkan tiga roket ke orbit dalam satu misi. Berdasarkan keterangan perusahaan, pesawat ini akan mulai meluncur pada tahun 2019.

Sumber : Republika

Membanggakan!! Dibawa Roket Misi NASA, Tempe Penelitian Siswa Indonesia Tiba di Antariksa

Para pelajar dan mahasiswa DEL Laguboti, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara yang melakukan
penelitian

TOBASA - Sebanyak 8 pelajar SMA Unggul dan 2 mahasiswa DEL Laguboti, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, melakukan penelitian fermentasi tempe di luar angkasa.

Hasil penelitian itu dibawa roket booster Falcon-9 dari landas luncur (launch pad) nomor 39-A di Pusat Antariksa Kennedy di Amerika Serikat.

Kepala SMA Unggul DEL Laguboti, Arini Desianti Parawi, menyebutkan, peluncuran roket yang membawa paket penelitian ilmiah 10 siswanya itu dilakukan pada Sabtu (3/6/2017) pukul 17.07 waktu Florida, Amerika Serikat, atau Minggu (4/6/2017) subuh pukul 04.07 WIB.

Menurut dia, peluncuran roket booster ini sangat bersejarah karena dari titik ini hampir 50 tahun lalu manusia pertama berangkat meluncur dari bumi menuju bulan dalam misi Apollo 11 pada tahun 1969.

Peluncuran misi ini adalah kontrak ke-11 misi Commercial Resuply (CRS) dari NASA yang dilaksanakan oleh kontraktor perusahaan swasta SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk, pendiri dan pemilik PayPal.

"SpaceX CRS-11 membawa hampir 3 ton muatan (payload) untuk diantar ke International Space Station (Stasiun Antariksa Internasional / ISS).  Di antara payload ini ada satu perangkat eksperimen ilmiah yang dirancang dan disiapkan oleh sepuluh siswa SMA Unggul DEL. Judul eksperimen mereka adalah "The Fermentation of Soybeans in Microgravity Experiment" (Fermentasi Kedelai dalam Kondisi Mikrogravitasi). Eksperimen ini merupakan kelanjutan dari eksperimen sebelumnya yang diluncurkan ke ISS bulan April tahun lalu," ujarnya saat dihubungi, Rabu (7/6/2017).

ISS mengorbit pada ketinggian sekitar 400 Km di atas bumi dengan kecepatan orbit sekitar 7 Km/detik. Jadi, ISS mengitari bumi sekali setiap 93 menit. SpaceX CRS-11 akan bertemu dan berlabuh (docking) dengan ISS dalam 36 jam sesudah diluncurkan. 

Pertama di Asia

Partisipasi SMA Unggul Del merupakan eksperimen ilmiah yang pertama dilakukan oleh siswa SMA di ISS, bukan hanya pertama di Indonesia tetapi juga yang pertama di seluruh Asia. 

“Peluncuran eksperiman ilmiah ke ISS ini adalah yang kedua dilakukan oleh SMA Unggul DEL.  Diharapkan langkah ini bisa memberikan inspirasi bagi para siswa dan generasi muda Indonesia untuk lebih giat aktif berpartisipasi dalam bidang sains,” katanya.

Pada bulan Oktober tahun lalu, eksperimen siswa Indonesia ke ISS meraih penghargaan juara kedua dari American Society for Space and Gravitational Research (ASGSR) dalam pertemuan tahunan mereka di Cleveland, Ohio.

Perangkat eksperimen ilmiah tahun ini dirancang dan dibuat oleh 10 siswa SMU Unggul DEL, yaitu Theodora Mega Putri Lumban Gaol, Putry Yosefa Siboro, Afner Sirait, Arico Liberty Setiawan Sembiring, Oliver Danofan Nainggolan, Rejoel Mangasa Siagian, Matthew Addrian Silalahi, Ronaldo Simatupang, Ruth Johana Hutagalung, dan Stanley Martin Siagian, di bawah bimbingan dua guru yaitu Eka Trisno Samosir dan Ari Raharja.

Eka Trisno menjelaskan bahwa tujuan utama dari eksperimen ilmiah ini adalah untuk meneliti pengaruh mikrogravitasi terhadap proses fermentasi kedelai dengan bantuan ragi (yeast).

"Proses fermentasi kedelai akan menghasilkan makanan tradisional yang dikenal sebagai tempe di Indonesia.  Berdasarkan hipotesis penelitian ini, mikrogravitas akan mengakibatkan proses fermentasi kedelai akan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan proses di bumi," ujar Eko.

Eksperimen ilmiah rancangan siswa SMA Unggul DEL dikonfimasi telah sampai di Stasiun Antariksa Internasional atau ISS, setelah 36 jam meluncur dari landas luncur (launch pad) nomor 39-A di Pusat Antariksa Kennedy, Amerika Serikat, Minggu (4/6/2017) waktu Indonesia.

"Astronot Peggy Whitson yang mengendalikan proses berlabuhnya kiriman paket dari siswa SMA Indonesia itu mengabarkan sampainya paket tersebut ke pusat kendali misi di bumi," terang Arini.

Arini mengatakan, hasil penelitian pertumbuhan fermentasi tempe itu nantinya akan diketahui 30 hari ke depan. Hasilnya diketahui setelah adanya roket yang kembali ke bumi seraya membawa kembali perkembangan fermentasi tempe di luar angkasa tersebut.

"Hasilnya akan kami ketahui 30 hari ke depan setelah paket penelitian itu sudah tiba di luar angkasa. Kita juga bisa memantau perkembangan penelitian itu dari server di NASA Amerika Serikat yang terkoneksi ke Laguboti," ujar Arini.

Sumber : KOMPAS
Penulis : Kontributor Pematangsiantar, Tigor Munthe
Editor : Caroline Damanik

Pertama kali, roket ke ruang angkasa diluncurkan dari fasilitas swasta

Peluncuran roket sempat tertunda beberapa hari akibat cuaca buruk.

Sebuah perusahaan Amerika Serikat telah meluncurkan roket ke ruang angkasa dari Selandaia Baru, peluncuran pertama dari fasilitas swasta.

Roket Electron milik Rocket Lab setinggi 17 meter tinggal landas dari Semenanjung Mahia, di North Island, seperti disampaikan perusahaan tersebut melalui Twitter.

Uji peluncuran dianggap sebagai langkah penting di pasar yang terus berkembang: meluncurkan roket-roket murah sekali pakai untuk membawa satelit kecil dan muatan-muatan lain.

Perusahaan berencana untuk memulai peluncuran komersial pertama dengan lebih sering pada akhir tahun ini.

Cuaca buruk sempat menunda peluncuran roket selama beberapa hari, namun Electron akhirnya berangkat pada Kamis siang waktu setempat.

Uji coba peluncuran pertama, satu dari tiga yang direncanakan, tidak membawa muatan sungguhan, tetapi Rocket Lab mengatakan roket Electron akan membawa bebab 150 kg ke orbit.

Selandia Baru dipilih sebagai lokasi peluncuran karena lalu lintas udara di negara ini tak seramai di Amerika.

Peluncuran roket ke angkasa biasanya melibatkan pengalihan penerbangan pesawat-pesawat komersial.

BBC