Menristekdikti, M Nasir, menegaskan komitmen dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk terus mendukung pengembangan aplikasi iptek nuklir terutama di bidang energi, dimana BATAN sebagai LPNK yang berada dibawah koordinasinya sebagai pionir.
Menristekdikti malah meminta rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental atau PLTN mini dapat segera diwujudkan, hal ini dimaksudkan apabila PLTN dalam skala yang lebih kecil sudah ada, masyarakat dapat melihat langsung PLTN, untuk selanjutnya PLTN yang lebih besar dapat segera direalisasikan guna memenuhi kebutuhan energi nasional yang semakin tinggi.
“Kalau 2017 sudah bisa beroperasi, 2018 dan 2019 kita kenalkan ke masyarakat, 2020 kita sudah bisa siap membangun PLTN dengan daya yang lebih besar, target kita di masa datang PLTN bisa berkontribusi sampai 10 GW” demikian sambung Menristekdikti.
Menurut Menristekdikti tantangannya saat ini adalah bagaimana mengedukasi public, apabila di Serpong sudah ada reaktor daya meski berskala kecil, dan kemudian masyarakat bisa berkunjung melihat langsung, disediakan pula fasilitas seperti taman dan lainnya, tentu saja dengan memperhatikan faktor keamanan, keselamatan dan efisiensi. Menristekdikti menantang BATAN dalam tiga tahun untuk mewujudkan rencana tersebut. “Jika niat baik, insya Allah Tuhan mengabulkan”.
Menristekdikti juga menyebutkan pentingnya energi saat ini, tanpa pasokan energi yang cukup maka perekonomian tidak akan jalan, cita-cita kedaulatan pangan dan kedaulatan energi akan tertinggal di ruangan saja.
Sementara itu menanggapi hal tersebut Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menegaskan pihaknya selalu siap menjadi motor pemanfaatan nuklir di bidang energi, jika sarana dan prasarana pendukung bisa lebih cepat, bukan tidak mungkin rencana Reaktor Daya Eksmerimental di Serpong lebih cepat terealisasi.”Kuncinya ada di stakeholder dan perijinan-perijinan, semakin cepat semakin baik”
Kepala BATAN juga menjamin transparansi dan keterbukaan informasi tentang pembangunan reaktor ini, “Kita wajib transparan dan terbuka, tidak ada mark up, mark up progam reaktor, kalau sampai ada mark up berbahaya, dan kita akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat” demikian tuturnya. (eph)
Sumber : BATAN
