Netanyahu menyebut Golan adalah garis merah bagi pemerintah. Wilayah tersebut, sedari dahulu, hingga saat ini adalah milik pemerintah Israel. |
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, bahwa Dataran Tinggi Golan bukanlah milik Suriah, melainkan milik Israel. Penegasan itu disampaikan Netanyahu kala melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Moskow tesebut, Netanyahu menyebut Golan adalah garis merah bagi pemerintah. Wilayah tersebut, sedari dahulu, hingga saat ini adalah milik pemerintah Israel.
"Kami melakukan segalanya untuk mencegah munculnya aksi teror tambahan terhadap Israel di Dataran Tinggi Golan," ucap Netanyahu dalam pertemuan itu, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/4).
Pernyataan Netanyahu ini sendiri muncul di tengah banyaknya penolakan terhadap klaim Israel tersebut. Tidak tanggung-tanggung Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa turut menolak klaim Israel, dan mengatakan wilayah itu merupakan wilayah sengketa, dan posisi wilayah itu harus ditentukan melalui dialog.
Sementara itu, dalam pertemuan keduanya, masalah kerjasama militer menjadi salah satu fokus utama pembicaraan. Keduanya membahas koordinasi untuk menghindari adanya benturan antara Israel dan Rusia di wilayah perbatasan Suriah dan Israel.