Ada yang aneh dari peresmian proyek pemerintah waduk Titab Ularan di Bali. Keanehan terjadi pada saat peresmian waduk, yang dibangun sejak tahun tahun 2011 hingga tahun 2014, itu dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri. Bukan oleh Presiden Jokowi ataupun Wapres Jusuf Kalla.
Padahal waduk itu sudah menyedot anggaran APBN hingga Rp 486 miliar. Dalam peresmian itu hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UKM RI, AA. Puspayoga dan Agus Suradnyana selaku Bupati Buleleng.
Dalam kesempatan itu juga, Megawati ikut menandatangani prasasti pengisian awal waduk Titab-Ularan. Dalam sambutannya, Megawati mengungkapkan alasan kehadirannya.
“Kalau dibilang saya sebagai pemerhati lingkungan, ya. Awalnya saya ke sini ikut Pak Basuki (Menteri PU dan Perumahan Rakyat) untuk melihat pengisian air di bendungan ini, ingin tahu kondisi bendungannya seperti apa. Tapi, ternyata ada seremoninya,” kata Megawati saat memberikan sambutannya, akhir pekan kemarin.
Bendungan Titab Ularan nantinya untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 350 liter per detik di 3 kecamatan yaitu Seririt, Banjar dan Busungbiu di Kabupaten Buleleng. Selanjutnya, menambah cadangan energi listrik sebesar 2 x 0,75 MW untuk Kecamatan Busungbiu serta sebagai daerah konservasi air dan pariwisata.
Bendungan Titab Ularan juga menjadi terbesar di antara enam bendungan di Bali, seperti Palasari, Grogak, Telaga Tunjung, Benel, dan Muara. Kapasitas tampung bendungan Titab Ularan sebesar 12 juta per kubik.
Direncanakan ada 2 Waduk lagi yang dapat dibangun Di Provinsi Bali yakni bendungan Telaga Waja di Karangasem, dan Waduk Sidan di Badung. Meski begitu, pihaknya bakal fokus menyelesaikan Bendungan Titab-Ularan terlebih dahulu.
