Pemberontakan si anak terbuang



Siapa ISIS atau punya nama lain ISIL? Kelompok ini memang sayap dari Al-Qaidah namun sejak di bawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi, gerakan mendirikan negara Islam di Suriah dan Irak ini meningkat ambisinya.

Ambisi itu termasuk mengirimkan anggota ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok pemberontak yang memerangi Presiden Basyar al-Assad. Mereka kejam tak berperikemanusiaan. Bahkan para pemberontak Suriah pun mulai berbalik menentang mereka dan menuding ISIS menggunakan mereka sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail (11/6).

Komandan pusat Al-Qaidah pun marah atas intervensi mereka ke Suriah dan akhirnya mengeluarkan mereka dari jaringan. 

Banyak pengamat politik menilai krisis Kota Mosul terjadi sebab ambisi Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang tengah membuat koalisi namun memberikan lebih banyak kursi pada pihak Syiah. Ini membuat pihak Sunni dan pejuang suku Kurdi semakin kecewa dengan Maliki dan menuding dia berusaha mendominasi pemerintahan.

Wilayah otonomi Kurdi sejauh ini masih lebih baik dari Ibu Kota Baghdad. Mereka memiliki angkatan bersenjata sendiri dan cukup kuat. Mereka ikut berang sejak Mosul diduduki oleh ISIS lantaran wilayah itu terletak persisi di gerbang masuk otonomi mereka dan memiliki populasi Kurdi yang signifikan.

Perdana Menteri Kurdi Nechirvan Barzani tajam mengkritik penanganan Baghdad atas Mosul yang dinilai lamban. Kurdi sejauh ini coba menghalau ISIS paling tidak dari wilayahnya dan berhasil. Namun mereka tidak cukup kuat menyingkirkan ISIS dari Mosul.

Baghdad masih belum melansir akan menjalani operasi macam apa demi menghentikan pemberontakan ISIS. Nampaknya mereka harus bekerja cepat dan tepat jika tak ingin kota strategis penjualan minyak itu benar-benar dikuasai total.

Ikuti kami di instagram @militerysindonesia

Artikel Terkait