Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan mengecam penyadapan yang dilakukan Australia dan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Dia yakin, rakyat akan marah dan bersikap reaktif jika kedua negara itu tak mengakui kesalahannya.
Ramadhan mengatakan, kasus penyadapan yang terungkap dari mantan kontraktor NSA milik AS, Edward Snowden ini sangat mengganggu Indonesia. Padahal, hubungan diplomatik yang terbangun antara Amerika, Australia dengan Indonesia sudah terbangun baik.
"Kedua negara menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia berdasarkan distrust, ini persahabatan yang Anda katakan wahai Amerika dan Australia? Berkat terungkapnya dokumen Edward Snowden jadi basa basi semua (hubungan diplomatik)," ujar Ramadhan saat menghadiri sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/11).
Wasekjen Partai Demokrat ini mendesak agar pemerintah Amerika dan Australia segera memberikan kejelasan tentang penyadapan ini. Dia mendukung sikap pemerintah yang berjanji akan mengevaluasi kerja sama intelijen Indonesia dengan kedua negara itu.
"Kalau kita lihat bahwa pemerintah sudah tegas melalui Menlu Marty yang akan meninjau kembali pertukaran intelijen kita. Saya menganggap itu sudah keras," imbuhnya.
"Akui penyadapan itu dilakukan, meski sudah diakui Amerika kepada Jerman, Australia bicara banyak soal ini, tapi harus katakan ini salah," tegas dia.
Ramadhan khawatir, jika peristiwa ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan ada amarah luar biasa dari masyarakat. Meski begitu, ia tak ingin kemarahan dilakukan dengan cara melanggar hukum. Dia ingin bentuk kemarahan dilakukan secara diplomasi.
"Kalau situasi dibiarkan emosi masyarakat Indonesia akan memuncak Australia dan Amerika akan mengorbankan hubungan baik yang sudah terbina," lanjut dia.
Sumber : Merdeka
