Sejak akhir bulan lalu, situasi Asia Pasifik tegang karena Korea Utara berencana melakukan uji coba roket jarak jauh yang bisa menjangkau wilayah Indonesia. Negara komunis itu bersiap meluncurkan rudal bernama sandi Unha-3 di barat laut Ibu Kota Pyongyang sejak kemarin.
Menanggapi kehebohan ini, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan pemerintah telah mengirim nota diplomatik. "Kita menyampaikan pesan terkait kemanan dan keselamatan, serta jangan sampai langkah (Korea Utara) mengganggu situasi kondusif di Semenanjung Korea," ujar Marty kepada wartawan selepas membuka Forum Kerjasama Indonesia dan Negara Berkembang di Kementerian Luar Negeri, Senin (9/4). Dia yakin Pyongyang menanggapi pertanyaan dan imbauan dari pemerintah Indonesia.
Bulan lalu, pemerintahan anyar Korea Utara yang kini dipegang Kim Jong-Un menepis tudingan Barat bahwa mereka tengah mempersiapkan uji coba nuklir. Mereka beralasan roket Unha disiapkan untuk membawa satelit untuk keperluan sipil ke luar angkasa.
Pihak Pyongyang mengungkapkan peluncuran peluru kendali terbarunya untuk memperingati 100 tahun usia pendiri negara komunis itu, Kim Il-Sung.
Jepang dan Korea Selatan pekan lalu mengancam bakal menembak jatuh roket itu bila dirasa membahayakan keamanan dalam negeri mereka.
Korea Utara dua kali berhasil melakukan uji coba nuklir. Amerika Serikat mendesak rezim Pyongyang bersedia duduk kembali di perundingan setelah tiga tahun terakhir mandeg.
Sumber : Merdeka
